MA Izinkan Bekas Narapidana korupsi Bisa Nyaleg

Sumberliputan  –  Mahkamah Agung (MA) mengizinkan, Bekas narapidana kasus korupsi, Bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak, bisa mencalonkan diri menjadi bakal calon legislative (baceleg) dalam pemilu 2019. Dengan demikian, mantan narapidana kasus tersebut bisa nyaleg pada 2019 mendatang.

Saat diwawancara, juru Bicara MA Suhadi membenarkan berita tersebut. Menurutnya, Peraturan KPU  mengenai lapangan narapidana (korupsi) menjadi caleg sudah ditetapkan MA pada kamis,13/9 kemarin.

Majelis hakim yang mengecek izin ini terdiri dari tiga hakim yaitu irfan Fachrudin, Yodi Martono, dan Supandi, dengan nomor perkara 45 P/HUM/2018 yang dimohonkan Wa Ode Nurhayati dan KPU sebagai termohon.

Menurut Suhadi, bersamaan diizinkan  permohonan para pemohon, maka peraturan KPU itu sudah dibatalkan karena tidak sesuai dengan UU pemilu dan beberapa putusan MK.”sudah diputus oleh MA kemarin, kamis (13/9). Permohonan diberikan dan peraturan KPU dibatalkan.” Ucap Suhadi saat dikonfirmasi Wartawan, Jumat (14/9/2018).

Menurut suhadi, Kedua peraturan KPU itu dinilai tidak cocok dengan Pasal 240 ayat (1) huruf g UU No.7 Tahun 2017 mengenai Pemuli. Pasal 240 ayat (1) huruf g UU Pemilu menyebutkan “bakal calon DPR dan DPRD bisa memenuhi kriteria. Belum pernah dipidana penjara bersadarkan putusan pengadilan yang sudah mendapatkan kekuatan hukum tetap karena melakukan tindakan pidana yang diancam dengan pidana kurungan 5 (lima) tahun atau lebih, kecuali secara terbuka dan jujur memberitahukan kepada publik kalau yang bersangkutan Bekas Narapidana.

“sebab itu, Peraturan KPU dibatalkan. Akan tetapi, salinan putusan belum dapat diunggah di Direktorat Putusan MA karena masih dalam tahap minutasi,”katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *